![]() |
| Pala, komoditi andalan Sulut (foto : ist) |
Devisa sebanyak 20,97 juta dolar AS itu, lanjut Parengkuan, menempatkan komoditas tersebut sebagai penyumbang ketujuh terbesar. "Biji pala kendati terjadi penurunan volume pengiriman ekspor dibanding tahun sebelumnya, tetapi masih tetap mampu bertahan sebagai komoditas andalan Sulut dengan masuk sebagai tujuh besar penghasil devisa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Hanny Wajong mengatakan, kendati ekspor biji masih jauh dibandingkan dengan volume dihasilkan dari minyak kelapa kasar, dari sisi negara tujuan ekspor biji pala itu menunjukkan peningkatan. "Saat ini ada puluhan pembeli biji pala Sulut, tersebar merata di semua benua di dunia, peningkatan ini tak lepas dari manfaat pala sebagai salah satu produk bumbu-bumbuan," ujarnya.
Ditambahkan Parengkuan, masyarakat internasional membutuhkan bumbu-bumbuan dan terbukti biji pala menghasilkan produk bumbu yang paling lezat dengan cita rasa khas. Salah negara yang menunjukkan pertumbuhan pembelian dalam satu tahun terakhir yakni Italia. [yg/mtr]
@
Tagged @ komoditi







