![]() |
Salah satu perkebunan kelapa di Sulut (foto : ist) |
Hal ini pun juga dipicu, kayu dari pohon kelapa menjadi salah satu komoditas yang banyak dicari pasar, dengan harga yang menjanjikan. Terbukti ribuan pohon kelapa yang tersebar di Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan (Minsel) dan daerah lainnya di Sulut ditebang karena memenuhi permintaan pembeli Surabaya.
"Menjual pohon kelapa guna dibuat kayu karena permintaan terhadap produk tersebut sangat tinggi, salah satunya untuk dikirim ke Surabaya," kata Tonny, salah satu petani kelapa di Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa Manado.
Dia mengatakan, pembelian kayu kelapa dari pembeli Surabaya sudah berlangsung dalam beberapa bulan belakangan ini, dan jumlahnya cenderung bertambah. "Pengusaha Surabaya membeli sekitar Rp60 ribu per pohon kepada petani, harga tersebut diluar biaya tebang dan transportasi yang ditanggung pengusaha tersebut," jelasnya.
John, salah satu petani di Minahasa mengatakan, tertarik menjual pohon kelapa untuk ditebang menjadi kayu, karena harga kelapa saat ini yang terus terpuruk ke tingkat paling rendah. "Harga kelapa setara kopra saat ini hanya berkisar Rp560 per kilogram atau Rp56.000 per kuintal di tingkat petani, padahal di awal tahun lalu harga kopra pernah menyentuh Rp10.000 per Kg," kata Janes, petani kelapa lainnya.
Sementara itu, Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sulut, Emil Mamesah, meminta petani untuk hanya menjual pohon kelapa yang sudah tidak produktif lagi. "Pohon kelapa yang sudah tua bisa dijual dalam bentuk kayu, tetapi yang masih produktif, jangan ditebang, karena petani sendiri yang nantinya mengalami kerugian, terutama di saat harga kopra mengalami kenaikan di kemudian hari," pintanya. [yg/mtr]
@
Tagged @ komoditi