![]() |
| Gula pasir harus juga dipantau (foto : ist) |
“Beras tetap mahal, begitu juga dengan bahan-bahan dapur, seperti cabe rawit atau rica, kami minta instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut melakukan tugas pengawasan di lapangan,” ujar aktivis perlindungan konsumen Sulut Decky Lumentut.
Dikatakannya, penyebab dari kenaikan sejumlah bahan kebutuhan pokok tersebut adalah rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pusat. “Sekarang kan BBM belum jadi naik. Jadi bahan pokok seharusnya turun. Khusus beras mungkin sudah saatnya pemerintah melakukan operasi pasar beras, untuk menstabilkan harga beras,” ungkapnya.
Di pihak lain, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut menyatakan, kenaikan harga beras yang terjadi di Kota Manado selama Maret 2012 tidak berdampak pada petani, melainkan hanya dinikmati pedagang. "Data BPS harga beras di Manado naik rata-rata sebesar 1,6945 persen selama Maret 2012, tetapi itu tidak dirasakan petani sebab harga diterima petani tetap tidak berubah," kata Kepala BPS Sulut, Dantes Simbolon.
Dikatakannya, akibat tidak merasakan manfaatkan dari kenaikan harga beras, maka kesejahteraan petani terus melorot, karena di satu sisi terjadi kenaikan bahan kebutuhan rumah tangga yang terus menggerogoti pendapatan mereka. "Pendapatan relatif tetap sementara biaya semakin tinggi, bila terus menerus terjadi peningkatan pengeluaran, bisa mendorong penurunan kesejahteraan, karena itu perlu upaya serius pemerintah," papar Simbolon.
Petani, lanjut dia, harus lebih mendapat perhatian dari instansi terkait sehingga pendapatan mereka dapat tumbuh mampu mengimbangi peningkatan biaya hidup yang semakin memberatkan."Perlu kebijakan khusus dari instansi pertanian dan instansi perdagangan, dalam upaya mempertahankan tingkat kesejahteraan petani Sulut," pintanya.
Harga beras eceran beras di Kota Manado saat ini, untuk beras kelas premium seperti superwin naik menjadi Rp9.000 per kilogram(Kg), sementara beras medium berkisar Rp8.000-8.500 per Kg. Sementara harga di tingkat petani untuk kedua jenis beras premium dan medium berkisar Rp7.500 hingga Rp7.000 per Kg, relatif sama dibandingkan harga tahun lalu. [yg/mtr]
@
Tagged @ pasar





