MANADO BISNIS – Guna memperkuat ketahanan pangan yang rawan bencana,
Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulut menambah pasokan beras 1.000 ton bagi masyarakat yang tinggal di kabupaten kepulauan meliputi Sangihe dan Talaud.
"Tambahan stok beras tersebut guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat di kepulauan sehingga bisa tercukupi hingga Maret tahun depan," kata Kepala Perum Bulog Divre Sulut, Muhammad Hasyim.
Dikatakannya, masyarakat yang tinggal di kepulauan apalagi wilayah terjauh seperti Kabupaten Talaud, harus dijamin kebutuhan pangan mereka, karena itu Bulog mengantisipasi dengan menambah stok ke daerah tersebut. Upaya memperbanyak stok beras ke kabupaten kepulauan tersebut, juga sebagai antisipasi dampak musim kemarau yang bisa berdampak berkurangnya pasokan beras dari daerah sentra. "Beberapa daerah sentra di Indonesia masih terjadi kemarau, ini bisa berdampak stok pangan menipis, karena itu Bulog melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat stok beras yang ada," jelasnya.
Selain kekhawatiran dampak musim kemarau,menurut Hasyim, masalah transportasi yang cukup sulit ke kabupaten perbatasan, menjadi pertimbangan juga, sehingga Bulog menambah pasokannya jauh dari jumlah rata-rata persediaan setiap hari.
Ditambahkan Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Sulut, Noldy Tumigolung , tambahan pasokan tersebut juga disesuaikan dengan kapasitas gudang Bulog yang ada di kawasan tersebut. "Saat ini Bulog memiliki lima gudang beras untuk melayani masyarakat di tiga kabupaten kepulauan Talaud, Sangihe dan Sitaro, dimana tiga diantaranya berada di Talaud, yang merupakan wilayah kepulauan terjauh dari Kota Manado," papar Noldy.
Ketiga gudang di Kabupaten Kepulauan Talaud yakni GSP Melonguane, Lirung dan Beo dengan kapasitas tampung beras hingga 1.850 ton. [yg/mtr]
@
Tagged @ umum





