MANADO BISNIS - Pada tahun 2013 ini, permintaan semen masyarakat Sulut diperkirakan akan meningkat lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Hal ini dikarenakan banyak pembangunan yang akan dilaksanakan masyarakat maupun pemerintah.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan, kendati permintaan akan menjadi tinggi, cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari belakangan ini belum mempengaruhi ketersediaan semen di Sulut mengingat stok cukup banyak."Ketersediaan semen cukup banyak, karena transportasi dari pabrik tetap berlangsung lancar hingga kini." ujarnya.
Pada awal Januari 2013, lanjut Parengkuan, sudah masuk di Pelabuhan Bitung, Tonasa sebanyak 8.000 ton, Tiga Roda 5.000 ton, Bosowa 3.000 ton serta Holcim sekitar 600 ton, sementara masuk melalui Labuan Uki Bolaang Mongondow sebanyak 1.500 ton. “Dengan masuknya stok semen sekitar 19 ribu ton tersebut maka bisa dipastikan kebutuhan selama Januari 2013, tidak menjadi masalah, karena stok tersedia cukup,” tandasnya.
Ketersediaan semen dalam jumlah cukup banyak tersebut, menurut Parengkuan, dilakukan pelaku usaha, karena mereka menyadari permintaan bahan bangunan tersebut relatif tinggi hingga awal tahun ini. “Banyak pembangunan yang penyelesaiannya pada bulan Januari ini, karena itu permintaan semen tetap tinggi,” ungkapnya.
Pada tahun 2012 lalu, realisasi penjualan semen di Provinsi Sulut melebihi target 420 ribu ton. “Terbanyak semen Tonasa berkisar 395 ribu ton, disusul 48 ribu ton Tiga Roda dan Bosowa 36 ribu ton sementara Holcim sekitar 1.000 hingga 2000 ton,” papar Parengkuan. [yg/mtr]
@
Tagged @ umum





