Lowongan Kerja, mencari informasi kerja

Contact online

Lagi, Biji Pala Sulut Masuk Pasar Eropa

MANADO BISNIS - Pada bulan Juni 2013 berjalan ini, komoditi andalan Sulut  biji pala kembali masuk pasar Eropa. Negara tujuan pun adalah Belanda dan Italia, menyusul permintaan kedua negara tersebut cukup tinggi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan mengatakan negara Belanda dan Italia sudah menjadi pasar tetap pengiriman komoditi pala. "Kualitas pala asal Sulut yang baik membuat kedua negara ini rutin membelinya," ujarnya.

Dijelaskan Parengkuan,  biji pala yang diekspor ke Belanda sebanyak 22,5 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi daerah sebesar US$350.000. "Untuk ekspor biji pala ke Italia sebanyak 51,5 ton dengan nilai US$769.100," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Parengkuan, kedua negara tersebut merupakan pasar potensial Sulut untuk memasarkan komoditi biji pala dan turunannya. "Biji pala tersebut dijadikan bahan makanan, aroma terapi dan farmasi," tandasnya.

Sementara itu, harga biji pala di sentra perdagangan Kota Manado, dan sekitarnya masih bertahan di level Rp45.000 per kilogram. "Harga biji pala memang mengalami penurunan sejak akhir bulan lalu dan saat ini masih bertahan dengan harga Rp45.000 per kilogram," kata Plt Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Marthen Sirapa.

Kata Sirapa,  dulunya harga biji pala di atas harga Rp100.000 per kilogram, namun pada dua bulan terakhir ini turun hingga 50 persen. Hal ini terjadi, karena saat ini produksi pala cukup banyak sehingga harganya berfluktuasi. "Sedangkan pala fuli saat ini dengan harga Rp110.000 per kilogram," ungkap Sirapa.
Diketahui, produksi pala paling banyak di Sulut terdapat di Kabupaten Kepulauan Sitaro,  Sangihe dan Talaud. [yg/mtr]




@



Lagi, Biji Pala Sulut Masuk Pasar Eropa