| Aktivitas petani Sulut (foto : MANADO BISNIS) |
Menurut Kabid Statistik Distribusi BPS Sulut Novie Oroh, NTP Sulut terus melemah, turun sebesar 0,49 persen sehingga ke angka indeks 101,70, lebih rendah dibandingkan Maret 2012 yang masih bertengger di angka 102,21. "Penurunan angka indeks ini, karena ketidakseimbangan antara pengeluaran petani dengan pendapatan yang mereka terima," ujarnya.
Indeks yang diterima petani atau pendapatan, lanjut Oroh, memang mengalami kenaikan menjadi 135,84 atau naik 0,14 persen, tetapi disisi lain indeks yang dibayarkan atau biaya petani justru meningkat 0,63 persen ke pososi 133,57. "Karena kenaikan pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran maka angka indeks NTP Sulut mengalami pelemahan pada April 2012," tandasnya.
Dari lima subsektor yang diukur angka NTP-nya, diungkapkan Oroh, , dua sektor yang tercatat memprihatinkan karena berada di bawah patokan minimal angka indeks 100 yakni petani holtikultura dan perikanan. "Petani holtikultura pada Maret 2012 lalu masih bisa bernafas lega, karena saat itu NTP di atas 100, tepatnya 100,39, tetapi pada April 2012 ini melorot ke posisi 99,98," paparnya.
Begitu juga petani di sektor perikanan, menurut Oroh, kalau Maret 2012 lalu mencatat angka NTP 95,68, maka pada April 2012 ini lebih melorot yakni ke posisi 95, atau lima persen di bawah batas minimum penghitungan NTP. Sementara petani di sektor tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat dan peternakan, kendati juga pelemahan NTP, tetapi masih tetap bertahan di atas batas minimum 100. “NTP tanaman pangan masih tetap bertahan di posisi 101,61, demikian juga NTP peternakan di angka indeks 100,86. Dan NTP tertinggi, atau dapat dikatakan petani yang paling sejahtera di Sulut yakni petani bergerak di sektor perkebunan rakyat, karena NTP mereka 108,44,” pungkasnya. [yg/mtr]
@
Tagged @ umum




